kakiku patah sekarang.
namun tangan, mata, telinga dan hatiku tetap tau
apa memang hujan datang
sekedar menyapa?
bertanya tentang luka yang menganga
bukannya mati rasa
hanya sekedar ingin tertawa
bukanya tak peduli
setidaknya aku tidak terlalu menyedihkan.
mataku mulai melihat sekarang.
remang raut wajahmu sayang
memang sayang
sayang sekali harus saling melukai
tanganku mulai bergerak sekarang.
berusaha menyentuh remang bayangmu
yang seolah berdiri, menyapa manis di depanku
diam-diam menyeka embun di wajahmu
begitu lembut ku rasa
lekuk wajah yang kusentuh
guratnya begitu jelas
indah, penuh kasih
tanganku terasa perih sekarang.
dan aku sadar
semua itu semu
otakku tak waras lagi ternyata
menyeka ujung kaca itu
kaca yang ku kira wajahmu sayang
begitu eloknya, begitu lembutnya
hingga ku tak sadar luka itu semakin besar sekarang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar