aku
hanya diam
mengamatimu dari kejauhan
mencoba menyatu
dengan sang waktu
aku
hanya tertegun
saat kau lakukan hal itu
menyayat hatiku dengan perlahan
tak sengaja ku melihatnya
tak ku sangka
itu luka
luka bagiku
ku kira
hanya celoteh dan canda
ternyata itu nyata
sejauh ini aku masih tertegun di sini
di bawah rindangnya pohon
yang seharusnya menjadi teduh
namun tidak lagi ku rasa
aku diam-diam memblalakkan mata
menyaksikan semua yang ada
mencoba meyakinkan diri
ini bukan mimpi
sampai akhirnya aku
gadis pengintip
mulai pergi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar